1. Air Terjun Riam Hanai

Air terjun riam hanai, Kalimantan Selatan
Wisata Air Terjun Riam Hanai ini berada di kawasan balai adat Malaris, Desa Loklahung, Kecamatan Loksado, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Air terjunnya sangat deras dengan ketinggian empat meter dan airnya jernih. Di sekelilingnya ditumbuhi hutan dan berbatu-batu. Di bawahnya ada kolam, namun tak terlalu dalam sehingga tergolong aman untuk dinikmati wisatawan. Suasananya tenang dengan riak air yang cukup nyaman untuk merendam kaki Anda. Untuk menuju ke lokasi ini, setelah dari pertigaan Desa Hulu Banyu, Anda harus belok kanan. Dari pertigaan tersebut, jarak yang ditempuh sekitar tujuh kilometer. Bagi Anda yang menggunakan sepeda motor bisa langsung menuju kemari dengan melewati Balai Adat Malaris. Kemudian berjalan kaki 200 meter menuju lokasi. Namun bagi Anda yang menggunakan kendaraan roda empat, terpaksa harus singgah di depan Desa LokLahung dan jalan kaki 700 meter menuju lokasi karena akses jalannya tak memungkinkan untuk dilalui mobil.

2. Kalang Hadangan

Kalang Hadangan Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ada satu tempat wisata alam menarik bernama Kalang Hadangan. Sebagian orang juga menyebutnya Kerbau Rawa. Pesona kehidupan para kerbau atau dalam Bahasa Banjar disebut hadangan bias dilihat di alam bebas. Para kerbau ini digembala oleh warga. Tiap hari, mereka dilepas di Kalang Hadangan (kandang kerbau) di Desa Pandak Daun, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tempat ini berupa alam bebas, seluas mata memandang. Alamnya dipenuhi hamparan rawa dan di atasnya banyak tumbuhan air rawa. Di sinilah para kerbau itu dengan bebasnya mandi dan berendam. Mereka tetap diawasi oleh pemilik mereka, yaitu si penggembalanya. Uniknya lagi, penggembalanya mengawasi kerbau-kerbaunya itu menggunakan perahu. Warga bisa dengan bebas menyaksikan keunikan aktifitas penggembala dengan kerbau-kerbaunya ini sembari bersantai menikmati tenangnya alam pedesaan di sana. Wisatawan pun bisa dengan bebas naik perahu berkeliling rawa, ikut menyaksikan para kerbau itu berendam. Kerbau-kerbau itu jinak, sehingga tak perlu khawatir bakal dicelakai mereka.

3. Loksado

 Menelusuri sungai Amandit dengan bamboo rafting
Loksado, merupakan sebuah tempat wisata yang sangat tersohor di Kalimantan Selatan. Pesona alam pegunungan Loksado, Sungai Amandit yang membelahnya hingga kehidupan sehari-hari suku Dayak Loksado menjadi daya tariknya. Wisata yang sangat terkenal di sini adalah bamboo rafting atau menaiki rakit bamboo, menyusuri aliran Sungai Amandit yang jernih dan tenang. Serunya lagi, jika arusnya sedang deras dan rakit Anda menabrak deburan arus dan bebatuan besar di tengah sungai itu, akan menciptakan sensasi keseruan tersendiri. Para jokinya pun lihai melompat-lompat dengan hanya bertumpu pada bilah bambu yang digunakannya sebagai tuas pengendali laju rakit. Aksi melompat jokinya ini kerap menjadi hiburan tersendiri bagi penumpang rakit tersebut sebab aksinya bak orang bermain akrobat, yaitu meloncat melawan arus sungai yang deras.

4. Air Terjun Kilat Api

Air terjun Kilat Api, Kalimantan Selatan
Air Terjun Kilat Api, dari namanya saja sudah mengundang rasa penasaran. Apakah benar ada kilat apinya? Air terjun ini merupakan satu keindahan alam Borneo yang tak bosan untuk dinikmati. Lokasinya masih di sekitar Loksado. Kawasan wisata andalan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan ini berada di daerah pegunungan Meratus. Air terjun Kilat Api hanya berjarak sekitar 950 meter dari obyek wisata Air Panas Tanuhi. Namun meskipun tergolong dekat, dibutuhkan kejelian untuk mencapai tempat ini. Hal itu dikarenakan minimnya penunjuk arah meuju air terjun cantik ini. Air terjun Kilat Api mengalirkan air yang bening. Disebut kilat api karena saking jernihnya dan jika airnya tertimpa sinar matahari, sinarnya seakan memantulkan cahaya yang tampak bagai kilatan api yang menyala-nyala. Karena lokasinya di tengah-tengah alam liar, tak heran jika di sini tak ada fasilitas umum seperti ruangan untuk membilas dan mengganti baju, toilet, musala ataupun penjual makanan dan minuman.

5. Air Terjun Rampah Menjangan 

Air terjun Rampah Menjangan
Destinasi wisata alam lainnya di kabupaten ini adalah Air Terjun Rampah Menjangan. Tempat wisata ini, bisa dikatakan baru saja terangkat namanya berkat penjelajahan para anak muda pecinta alam dan pernah juga dikunjungi tim liputan My Trip My Adventure yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta dengan pembawa acaranya aktor Dion Wiyoko dan Denny Sumargo. Kata rampah merupakan bahasa Dayak Meratus yang berarti air terjun. Suasana alamnya sejuk karena dikelilingi hutan. Belum lagi air terjunnya yang menghempas dari ketinggian dan airnya yang jernih, membuat pikiran pun jadi rileks.

6. Tebing Batu Laki

Pendakian Tebing Batu Laki
Gunung Batu Laki terletak di antara desa Malutu dan Desa Batu Laki. Sekitar 14 kilometer dari kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Lokasinya di kawasan Pegunungan Meratus, Gunung Batu Laki merupakan salah satu tempat wisata alam andalan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Konon, pemandangan matahari terbit dan tenggelam di puncak gunung ini sangat indah. Gunung ini berupa gunung batu kapur berukuran besar. Di bawahnya, bisa dipakai untuk berkemah, membuat api unggun dan makan bersama sambil menikmati riak air Sungai Amandit yang bening. Kalau beruntung, mereka akan menyaksikan para pembawa lanting paring (rakit bambu) untuk dijual ke Kota Kandangan. Bahkan gunung ini memiliki pasangan, yaitu Gunung Batu Bini yang letaknya berdekatan. Kedua gunung ini memiliki cerita rakyat tersendiri yang menjadi legenda di tengah masyarakat setempat. Kisahnya mirip dengan legenda Malin Kundang di Sumatera Barat. Mengisahkan tentang seorang pria bernama Angui yang durhaka kepada ibunya bernama Diyang Ingsun setelah menjadi kaya. Angui yang beristrikan perempuan kaya kemudian dikutuk bersama istrinya itu oleh ibunya menjadi batu, sehingga wujud mereka kemudian berubah menjadi kedua gunung batu ini. Diyakini, Gunung Batu Laki adalah Angui dan Gunung Batu Bini adalah istrinya.