/* ===========================================================================
   Huruf portal: Plus Jakarta Sans
   ---------------------------------------------------------------------------
   Kenapa huruf ini. Ia dirancang untuk penjenamaan kota Jakarta, jadi ia
   memang huruf Indonesia — bukan huruf Latin mana pun yang kebetulan enak
   dilihat. Bentuknya geometris dengan sudut yang dilunakkan: modern tanpa
   menjadi kaku, ramah tanpa menjadi main-main. Itu tepat suara yang dicari
   portal pemerintah daerah.

   DISINGGAHKAN SENDIRI, bukan ditarik dari fonts.googleapis.com.

   Itu syarat, bukan pilihan. Panel aksesibilitas portal ini berjanji "tidak
   melakukan satu pun permintaan ke pihak ketiga", dan satu tag <link> ke Google
   Fonts membatalkannya untuk SETIAP pengunjung — termasuk yang tidak menekan
   apa pun. Yang dikirim ke sana bukan sekadar permintaan berkas: alamat IP
   pengunjung, jenis peramban, dan halaman yang sedang dibukanya. Pada situs
   pemerintah yang dikunjungi warga untuk mengurus layanan, itu bukan detail
   teknis.

   Empat berkas, bukan satu, dan bukan pula sembilan. Google menyediakan
   potongan terpisah untuk sirilik, Vietnam, latin, dan latin-ext; yang diambil
   hanya dua yang terakhir sebab tidak satu pun halaman portal ini berbahasa
   Rusia atau Vietnam. unicode-range di bawah membuat peramban HANYA mengunduh
   potongan yang hurufnya benar-benar dipakai halaman itu — pengunjung yang
   membaca berita berbahasa Indonesia mengunduh satu berkas 27 KB, bukan
   keempatnya.

   Berkas VARIABEL, satu untuk seluruh ketebalan 400–800. Ditulis sebagai
   berkas terpisah per ketebalan — cara lama — jumlahnya menjadi lima kali
   lipat, dan tebal 600 yang dipakai kartu akan berupa unduhan kedua yang
   datang belakangan, sehingga judul kartu berkedip berganti tebal di depan
   mata.

   Ukurannya 27 KB (latin) dan 22 KB (latin-ext). Keputusan lama di panel
   pengelolaan menyebut "~300 KB berkas huruf pada muatan pertama, yang terasa
   di jaringan kecamatan dan desa" — angka itu berlaku untuk keluarga huruf
   statis lengkap, bukan untuk satu berkas variabel yang dipotong menurut
   aksaranya. Sepersepuluhnya, dan hanya sekali sebab disinggahkan sebulan oleh
   AsetPortalController.

   font-display: swap. Tulisannya tampil SEKARANG dengan huruf sistem, lalu
   berganti begitu berkasnya tiba. Bakunya — 'auto', yang di sebagian besar
   peramban berarti 'block' — menyembunyikan seluruh tulisan sampai berkas
   hurufnya datang, dan di jaringan lambat itu berarti halaman kosong selama
   beberapa detik pada halaman yang isinya sudah utuh di HTML.

   Berkas hurufnya berlisensi SIL Open Font License 1.1 — bebas dipakai dan
   disebarkan ulang, termasuk oleh instansi pemerintah, selama lisensinya ikut
   disertakan. Teksnya ada di assets/font/LISENSI-plus-jakarta-sans.txt.
   =========================================================================== */

@font-face {
    font-family: "Plus Jakarta Sans";
    font-style: normal;
    font-weight: 400 800;
    font-display: swap;
    src: url("/assets/font/plus-jakarta-sans-latin.woff2") format("woff2");
    unicode-range: U+0000-00FF, U+0131, U+0152-0153, U+02BB-02BC, U+02C6,
                   U+02DA, U+02DC, U+0304, U+0308, U+0329, U+2000-206F,
                   U+20AC, U+2122, U+2191, U+2193, U+2212, U+2215, U+FEFF,
                   U+FFFD;
}

/* Latin-ext: huruf berdiakritik yang muncul pada nama orang dan istilah
   serapan. Jarang terpakai, dan justru karena itu ia berkas terpisah — yang
   halamannya tidak memuat satu pun aksara ini tidak pernah mengunduhnya. */
@font-face {
    font-family: "Plus Jakarta Sans";
    font-style: normal;
    font-weight: 400 800;
    font-display: swap;
    src: url("/assets/font/plus-jakarta-sans-latin-ext.woff2") format("woff2");
    unicode-range: U+0100-02BA, U+02BD-02C5, U+02C7-02CC, U+02CE-02D7,
                   U+02DD-02FF, U+0304, U+0308, U+0329, U+1D00-1DBF,
                   U+1E00-1E9F, U+1EF2-1EFF, U+2020, U+20A0-20AB, U+20AD-20C0,
                   U+2113, U+2C60-2C7F, U+A720-A7FF;
}

/* Miring yang SUNGGUHAN, bukan tegak yang dimiringkan peramban.

   Tanpa kedua berkas ini, peramban membuat miringnya sendiri dengan
   memiringkan huruf tegak — dan hasilnya huruf yang bentuknya tidak berubah,
   hanya condong. Pada Plus Jakarta Sans bedanya terlihat jelas, sebab miring
   aslinya punya bentuk 'a' dan 'e' yang berbeda, bukan sekadar condong.

   Terpakai di dalam tulisan berita: <em> dari Markdown, kutipan, dan
   keterangan foto. */
@font-face {
    font-family: "Plus Jakarta Sans";
    font-style: italic;
    font-weight: 400 800;
    font-display: swap;
    src: url("/assets/font/plus-jakarta-sans-latin-italic.woff2") format("woff2");
    unicode-range: U+0000-00FF, U+0131, U+0152-0153, U+02BB-02BC, U+02C6,
                   U+02DA, U+02DC, U+0304, U+0308, U+0329, U+2000-206F,
                   U+20AC, U+2122, U+2191, U+2193, U+2212, U+2215, U+FEFF,
                   U+FFFD;
}

@font-face {
    font-family: "Plus Jakarta Sans";
    font-style: italic;
    font-weight: 400 800;
    font-display: swap;
    src: url("/assets/font/plus-jakarta-sans-latin-ext-italic.woff2") format("woff2");
    unicode-range: U+0100-02BA, U+02BD-02C5, U+02C7-02CC, U+02CE-02D7,
                   U+02DD-02FF, U+0304, U+0308, U+0329, U+1D00-1DBF,
                   U+1E00-1E9F, U+1EF2-1EFF, U+2020, U+20A0-20AB, U+20AD-20C0,
                   U+2113, U+2C60-2C7F, U+A720-A7FF;
}
