SEMINAR NASIONAL MUSYAWARAH CABANG KE-11 PTGMI KABUPATEN HSS

Berita HSS Berita Lainnya

Last Updated on 05/01/2019

Kesehatan gigi dan mulut adalah satu satu masalah kesehatan yang sangat jarang diperhatikan. Hal ini terungkap dalam seminar yang bertema “Peran Terafis Gigi & Mulut Dalam Promosi Kesehatan Melalui Pendekatan Media Penyuluhan Interaktif Serta Etika Profesi Dan Hukum Kesehatan” yang dilaksanakan di Gedung Pramuka, Kandangan. Acara ini dibuka oleh Penjabat Sekda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Drs.H. Huberiansyah, M.AP mewakili Bupati HSS. (Sabtu,27/04/2019).

Menurut Ketua Pelaksana, Ramadhoni, AM.KG, acara ini memberikan bekal pengetahuan dan wawasan bagi para praktisi terafis gigi dan mulut, untuk meningkatkan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat. Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi sesama antar terafis, baik DPD dan DPC seluruh Kalsel. Rangkaian acara Muscab selain seminar, pergantian kepengurusan baru PTGMI HSS masa bakti 2019 – 2023, juga aksi bakti sosial di Desa Kandihin, Halunuk, Kecamatan Loksado. Ada pula penyuluhan kese gigi dan mulut, demo sikat gigi masal, pelayanan kesehatan gratis dan bantuan pakaian layak pakai.

Ketua DPC Kabupaten HSS, Gazali Rahman menyampaikan bahwa 60% masyarakat Kalsel mengalami masalah gigi dan mulut. Kepada Pemkab dirinya mengharap agar bisa ikut mendorong usaha pengentasan masalah ini supaya tujuan pemerintah Tahun 2030 Bebas Karies bisa tercapai. Hal lain yang bisa dilakukan antaralain dengan menambah tenaga terafis yang sangat kurang dengan membuka formasi perekrutan PNS untuk terafis gigi ini.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah mengakui bahwa terafis gigi sangat penting dan dibutuhkan karena sangat berpengaruh dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini bisa dirasakan apabila adanya penerimaan Taruna TNI atau Polisi, banyak para pelamar yang gugur hanya karena masalah kesehatan gigi dan mulut. 
“Tugas para terafislah. mencari solusi dan kiat bagaimana agar bisa meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Apalagi kendala kondisi daerah kita yang dominan asam sehingga sangat besar pengaruhnya” ungkapnya. Ditambahkannya mengenai masalah formasi PNS untuk terafis gigi dan mulut, ke depan ini tentu akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah.

Acara seminar ini sendiri diikuti oleh para terafis gigi dan mulut dari seluruh daerah di Kalsel, bahkan Kaltim. Narasumber yang menjadi pembicara pun, sudah berskala nasional yakni Dr. Waljuni Astu Rahman, SKM, M.Pd dan Anderi Fansurna, S.ST, M.Kes Diakhir acara juga diserahkan kenang-kenangan kepada para petugas yang sudah memasuki masa pensiun.

(Kominfo-HSS/AJP/27042019)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *