Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) secara resmi meluncurkan buku panduan pertanian berjudul “Budidaya Lumbuk Pangrawit”. Acara peluncuran ini berlangsung khidmat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten HSS pada Senin, 22 Desember 2025. Buku ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Bupati HSS, H. Suriani, S.Sos, M.AP, yang hadir mewakili Bupati HSS, H. Syafrudin Noor, SE, S.Sos. Acara tersebut turut disaksikan oleh puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan guru dan pihak sekolah, Pengawas SD/ SMP, perwakilan PC PGRI, serta Ketua K3SD dan MKKS se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan. jajaran Dispersip dan Disdikbud HSS.
Dalam laporannya, Kepala Dispersip HSS, H. Ahmad Supian, S.Pd, mengungkapkan bahwa penerbitan buku ini merupakan jawaban atas tantangan (challenge) yang diberikan oleh Wakil Bupati HSS sebagai pengusul ide. Tantangan tersebut disambut baik oleh tiga mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjari, yakni Alfa Noransyah, S.Pd, Utia Hasanah, S.Pd, dan Noor Hasanah, S.Pd, yang berhasil merampungkan penyusunan buku dalam waktu sekitar dua bulan.
Selain peluncuran buku, H. Ahmad Supian juga menyampaikan perkembangan literasi di HSS.
“Saat ini Dispersip telah mendampingi 33 sekolah untuk akreditasi perpustakaan, di mana 8 sekolah telah berhasil terakreditasi. Kami juga menginformasikan bahwa pada tahun 2026, berkat dukungan pimpinan daerah, Perpustakaan Kabupaten akan dilengkapi armada penjemputan untuk memfasilitasi siswa berkunjung dan menikmati fasilitas yang telah disediakan di perpustakaan,” ujarnya.
Perwakilan penulis buku menyampaikan rasa terima kasihnya atas motivasi yang diberikan oleh Wakil Bupati. Ia menjelaskan bahwa buku ini disusun dengan pendekatan lokal, termasuk penggunaan istilah dalam bahasa Banjar agar lebih mudah dipahami oleh petani dan masyarakat setempat. Diharapkan buku sederhana ini dapat mendukung visi misi kabupaten yakni ‘SEMANGAT’, khususnya dalam membangun desa dan menata kota pada bidang pertanian.

Membacakan sambutan tertulis Bupati HSS, Wakil Bupati H. Suriani memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penulis dan semua pihak yang berkontribusi. Beliau menekankan bahwa Lumbuk Pangrawit (cabai rawit) adalah komoditas dengan nilai ekonomi tinggi namun memiliki tantangan fluktuasi harga yang dinamis.
“Peningkatan pengetahuan budidaya tanaman ini sangat strategis. Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi panduan teknis bagi petani dan generasi muda, tetapi juga menumbuhkembangkan minat baca di tengah masyarakat. Budaya literasi adalah kunci utama menuju SDM unggul di daerah,” tegas Wabup.
Melengkapi rangkaian acara, buku “Budidaya Lumbuk Pangrawit” langsung dibedah dan diekspose oleh sastrawan sekaligus budayawan terkemuka HSS, Aliman Syahrani. Sebagai sosok yang turut membantu menyempurnakan isi buku, Aliman memberikan tinjauan mendalam mengenai urgensi karya ini bagi khazanah literasi lokal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Acara juga diisi dengan penyerahan buku secara simbolis dan foto bersama sebagai tanda dimulainya penyebarluasan informasi budidaya lumbuk pangrawit kepada masyarakat luas.
(Kominfo-HSS/AJP/22122025)

