Perjuangan kemerdekaan melawan penjajah Belanda di Hulu Sungai Selatan tidak hanya terjadi di Kandangan dan sekitarnya. melainkan juga memiliki sejarah yang tak kalah heroiknya di kawasan Daha atau Nagara. Ini tergambar dalam teater yang dimainkan dengan sangat baik oleh siswa-siswi SMAN 1 Daha Utara, pada peringatan perang 2 Januari 1949 di kawasan Hamayung, Nagara. Acara ini disuguhkan sebagai pembuka dalam Upacara Peringatan Perang Kemerdekaan 2 Januari di Tugu Hamayung pagi tadi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, Drs.H.Muhammad Noor, M.AP selaku inspektur upacara mewakili Penjabat (Pj) Bupati HSS, Endri, AP,M.AP. (Kamis,02/01).

Dalam kesempatan membacakan sambutan tertulis Pj. Bupati, ini Sekda HM. Noor menyampaikan bahwa dari sejarah perang tersebut dapat diambil gambaran betapa kuatnya semangat para pejuang dalam membela kemerdekaan dengan bekerjasama dan saling bahu-membahu.
“Persatuan dan kesatuan itu merupakan modal utama di atas segala-galanya dalam perjuangan, yang sangat perlu diimplementasikan di zaman sekarang. Memasuki tahun 2025 ini apalagi pilkada sudah selesai, kita dapat merenungi dan menghayati pengorbanan dan perjuangan para pahlawan untuk jadi inspirasi dalam berperan aktif dalam pembangunan, sesuai peran masing-masing dengan mengesampingkan perbedaan yang ada demi daerah tercinta” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini turut diserahkan tali asih atau santunan kepada para keluarga veteran yang hadir oleh Sekda dan Wakil Ketua I DPRD HSS, Husnan, S,Ag, Turut didampingi oleh Camat Daha Utara dan Wakil Bupati terpilih 2024 H. Suriani, SE yang kebetulan juga berasal dari daerah Daha. Sementara itu undangan penting yang hadir dalam kegiatan ini adalah Wakil Bupati HSS Periode 2018-2023 Syamsuri Arsyad, S.AP,MA yang juga sebagai Ketua DHC 45, anggota DPRD Dapil Daha, seluruh jajaran Pejabat lingkup Pemkab HSS, mulai dari Asisten, Staf Ahli dan para Kepala Perangkat Daerah. Ada pula unsur TNI/Polri, keluarga veteran, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Sementara untuk peserta Upacara Peringatan Perang di Daha ini diikuti oleh para pelajar, TNI/Polri dan seluruh ASN yang ada di Kecamatan Daha Utara dan Selatan, namun karena terbatasnya lokasi kegiatan sebagian besar tidak bisa masuk ke area lapangan. Untuk diketahui, 2 buah jembatan besar yang melintasi Sungai Nagara yakni Jembatan Andi Tajang dan Jembatan Rahimin, merupakan salah satu bentuk penghargaan dan pengabadian nama para tokoh pejuang dalam Perang 2 Januari 1949 di Desa Hamayung, Daha Utara ini.
(Kominfo-HSS/AJP/02012025)