Ratusan warga dari Desa Wasah Tengah, serta masyarakat luas dari Kecamatan Simpur memadati Komplek Pemakaman Adipati Kandangan pada Kamis (09/01/2026) siang. Kehadiran massa ini bertujuan untuk mengikuti peringatan Haul Ke-207 Pangeran Ahmad dan Haul Ke-214 Ratu Ummi, dua tokoh besar yang memiliki rekam jejak sejarah dan spiritualitas mendalam bagi masyarakat Banjar, khususnya di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WITA ini berlangsung khidmat meski di bawah cuaca yang cukup terik. Antusiasme jamaah yang luar biasa membuat tenda yang disediakan panitia tidak mampu menampung seluruh hadirin, sehingga sebagian warga tampak rela duduk bersimpuh di bawah pepohonan rindang di sekitar komplek pemakaman demi mengikuti jalannya prosesi. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan syair Maulid yang menggema syahdu, dilanjutkan dengan tahlilan massal. Puncak acara diisi dengan tausyiah agama oleh Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, TGH. Ahmad Syairazi.

Dalam kesempatan tersebut, dibacakan pula manaqib atau riwayat hidup singkat Pangeran Ahmad dan Ratu Ummi. Pangeran Ahmad merupakan putra dari Sultan Sulaiman Rahmatullah (Sultan Banjar ke-13) dan Nyai Siti Gading (asli warga Wasah). Beliau menjabat sebagai Adipati di wilayah Kandangan, yang kala itu merupakan pusat pemerintahan Keadipatian di bawah Kesultanan Banjar sebelum berubah menjadi Distrik di era kolonial Belanda. Silsilah Pangeran Ahmad menyambung langsung hingga ke Sultan Suriansyah, pendiri Kesultanan Banjar. Sementara itu, Ratu Ummi (yang juga dikenal sebagai Ratu Halimah atau Ibu Besar) merupakan tokoh perempuan berpengaruh yang menikah dengan Syarif Husein Bahasyim pada tahun 1795. Pernikahan agung mereka kala itu dihadiri langsung oleh ulama besar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan), dan melahirkan keturunan zuriat Bahasyim yang tersebar luas hingga saat ini.
Hadir mewakili Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H. Syafrudin Noor, SE, S.Sos, adalah Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda HSS, Muhammad Noor, SP. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Wasah yang konsisten menjaga tradisi haul ini.
”Kedua sosok yang kita hauli hari ini adalah tokoh penting yang memberikan warna sosial dan agama yang kuat di daerah ini. Nilai budaya dan sejarah hendaknya menjadi inspirasi serta motivasi bagi kita dalam membangun daerah, karena kemajuan harus berlandaskan pada nilai budaya dan agama yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujar Muhammad Noor membacakan pesan Bupati.
Penyelenggaraan haul ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga identitas daerah dan mempererat tali silaturahmi, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk tidak melupakan akar sejarah Kesultanan Banjar di tanah Hulu Sungai Selatan.
(Kominfo-HSs/AJP08012026)

